Polri Siapkan Skema Apabila Nyepi & Malam Takbiran di Hari yang Sama di Bali

 0  4
Polri Siapkan Skema Apabila Nyepi & Malam Takbiran di Hari yang Sama di Bali
Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di DPR, Rabu (11/3). Foto: Abid Raihan/kumparan
Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di DPR, Rabu (11/3). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, menjelaskan skema pengamanan apabila perayaan Hari Raya Nyepi berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri di Bali pada tahun 2026.

Hal itu disampaikan Karyoto saat rapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (11/3). Ia mengatakan pengamanan dilakukan melalui Operasi Ketupat Agung yang dilaksanakan oleh Polda Bali.

“Pada dasarnya pengamanan ini dilakukan khusus oleh Polda Bali, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu, pada tahun ini perayaan Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, 21 Maret 2026,” kata Karyoto.

Menurut dia, kedekatan waktu antara dua hari besar keagamaan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan arus kendaraan hingga gangguan sosial. Karena itu, berbagai langkah antisipasi telah disiapkan.

“Pelaksanaan perayaan hari besar keagamaan saling berdekatan… telah dilakukan berbagai langkah-langkah antisipasi yakni dengan menetapkan surat seruan bersama tentang pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 tahun 2026, yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 di Provinsi Bali,” ujarnya.

Ilustrasi Nyepi Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Nyepi Foto: Shutter Stock

Karyoto juga menjelaskan rangkaian kegiatan menjelang Nyepi, termasuk upacara Tawur Kesanga yang digelar sehari sebelumnya.

“Pada tanggal 18 Maret 2026 seluruh wilayah Bali dilaksanakan upacara Tawur Kesanga, di sepanjang bahu jalan banyak digunakan untuk menempatkan Ogoh-Ogoh guna diarak,” jelasnya.

Polri juga melakukan koordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat terkait penempatan Ogoh-Ogoh agar tidak mengganggu jalur mudik menuju pelabuhan.

“Upaya yang dilakukan melakukan koordinasi dan imbauan kepada aparat desa, khususnya di sepanjang jalan utama yang merupakan jalur mudik menuju ke Pelabuhan Gilimanuk ataupun Pelabuhan Padangbai,” kata dia.

Untuk pengamanan di Bali, Polri menyiapkan 2.125 personel dengan 15 pos pengamanan, 6 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu.

“Personel 2.125 personel, pos pengamanan 15 pos, pos pelayanan 6 pos, pos terpadu 5 pos,” ujar Karyoto.

Selain itu, forum koordinasi umat beragama di Bali juga menyepakati sejumlah aturan pelaksanaan Nyepi dan malam takbiran. Nyepi berlangsung dari 19 Maret pukul 06.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA dengan penghentian berbagai aktivitas umum.

Ilustrasi malam Takbiran. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ilustrasi malam Takbiran. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Karyoto menyebut selama Nyepi masyarakat tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan perayaan.

“Penghentian aktivitas umum, transportasi, siaran, data seluler, aktivitas luar rumah. Tidak diperkenankan petasan, pengeras suara, dan aktivitas yang mengganggu kekhusyukan,” ucapnya.

Karyoto menambahkan, secara nasional Polri juga menggelar Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik Idul Fitri selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 89.228 personel.

“Operasi Ketupat dengan sandi Ketupat 2026 dilaksanakan selama 13 hari, total personel Polri yang dilibatkan adalah 89.228 personel,” kata dia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
Redaksi Kami berkomitmen memberikan pelayanan informasi yang cepat dan tepat